Pages

Wednesday, 30 September 2009

Tips Facebook: Upload Media Lewat Handphone

Buat para FaceBookholic alias rekan-rekan yang tiap hari getol banget nangkring di Facebook. Pentol Kramat punya info buat kalian, tertutama yang menggunakan mobile phone. Yang pada kesusahan upload media via telepon, yang narsis-narsis tapi nggak kesampaian upload foto lewat handphone. Kalian ngga perlu lagi bersusah hati atau harus ngantri di warnet.

Berhubung aku sendiri ngga terlalu maniak ma facebook, aktif cuma sesempatnya aja. Itu juga karena setelah kenal dunia blogger. So, ga perlu panjang lebar merangkai kata. Ntar takutnya di kira pujangga dadakan karena habis putus cinta. Ha...ha...ha...

Aplikasi buat upload foto ke Facebook via HP ini gratis kok, nyuman ada syaratnye. Syaratnya kalian harus browse lewat mobilePhone juga, bisa lewat browser ponsel bawaan dr masing-masing vendor atau bisa juga lewat opera mini ( kalau Opera Mini 5 keknya blom bisa). Aplikasi ini diberi nama 'Mobile Media Uploader'.

Monggo langsung download di alamat ini ya http://fb.brainwares.com. Ingat download gratisnya lewat ponsel loh. Tinggal masukin username ma password trus ikuti petunjuk selanjutnya. Buat yang udah login facebook, langsung otomatis masuk.

Moga-moga bermanfaat buat kalian yang hobi upload foto ke Facebook. Entah itu foto sendiri atau foto orang lain, terserah deh. Oiya mungkin ada yang fans beratnya Ozawa Miyabi, si artis porno Jepang itu loh. Barangkali aja pada upload foto hot Miyabi....ha...ha..ha...Jangan donk, ga baik buat kesehatan mata. Looooh, ngawur kiye Mas e.

Mumpung lagi tren di google Indonesia, Sekalian aja nitip tulisan. Wakakakak....!!! buat yang cari kata kunci itu di search engine. Mohon maaf sebesar-besarnya ya...Di sini bukan tempat download gratis foto telanjang Miyabi, jadi kalian salah alamat. Sorry.....

Tuesday, 15 September 2009

Mengenal Istilah Down Syndrome

Mengenal Istilah Down Syndrome. Istilah Down Sindrome pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Down sindrom merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan anak baik fisik maupun mental yang diakibatkan karena abnormalitas perkembangan kromosom. Sepasang kromosom mengalami kegagalan untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan yakni terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21).

Dahulu penyakit ini diberi nama Mongoloid karena penderita penyakit ini mempunyai gejala klinik yang khas, yaitu wajahnya mirip bangsa Mongol.

Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut, dikarenakan pemerintah Mongol keberatan dengan istilah ini dan mengajukan keberatan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Merujuk penemu pertama kali syndrome ini, Yaitu Dr. Down maka hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah Down Stndrome atau Sindroma Down.

Dwi Wahyuningrum, seorang Okupasi Terapis dari RS Grhasia, Pakem, Sleman, Yogyakarta menjelaskan dalam blongya, ' Deteksi Dini Down Syndrome'. Gejala atau tanda-tanda yang muncul akibat Down syndrome dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul tanda yang khas.

Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar.

Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).

Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics).

Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain.

Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang maka sering juga dikenal dengan Mongoloid.

Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa Congenital Heart Disease. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal di mana bayi dapat meninggal dengan cepat.

Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esophagus (esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia).Apabila anak sudah mengalami sumbatan pada organ-organ tersebut biasanya akan diikuti muntah-muntah.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Terlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan Down syndrome atau mereka yang hamil di atas usia 40 tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya karena mereka memiliki resiko melahirkan anak dengan Down syndrome lebih tinggi.


Pentol Kramat Peduli Anak Berkebutuhan Khusus

Saturday, 12 September 2009

Blog Aku Ejakulasi Dini

Belum bertempur udah letoy duluan, bagaimana bisa puas. Udah gitu Si Anunya kecil, susah masukinnya (PR kecil Bro). Itulah yang terjadi dengan blog aku yang satu ini, penyebabnya mungkin karena ikut monetize blog dengan jualan link di ask2link kali ya. Link belum laku...eh, page rank udah digebuk mbah google duluan.

Sewaktu aku daftarkan blog sudah PR 2, selang beberapa waktu kemudian langsung jadi PR 0. Belum sempat menikmati hasil cuy, harapan untuk memperoleh recehan dollar pun tinggal harapan. Untungnya hal itu tidak terjadi dengan blog aku yang Health Wisdom. Meskipun ikutan beberapa program penghasil dollar lewat blog semisal paid review dan Sell Text Link. Alhamdulillah sudah beberapa bulan berjalan page rank masih aman.

Hasilnya memang masih terbilang kecil, cuma beberapa puluh dollar saja. Kalau ada yang punya Tips Mencapai Puncak Orgasme bisa share disini. Orgasme dalam artian kita puas karena duit hasil dari ngeblog lumayan besar gitu. Jangan berpikiran mesum loh ya.

Dalam ikutan program make money blogging tentunya kita tidak bisa jalan sendiri, harus belajar dari para master. Itu pula yang aku lakukan, cari referensi tutorial ikutan Paid Review misalnya. Selain untuk berguru dengan tujuan mendapat penghasilan yang besar, kita juga bmendapatkan ilmu dari mereka tentang cara agar Page Rank tidak turun.

Secara page rank semakin tinggi duit pun semakin lancar mengalir. Tentunya masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi, seperti rank alexa, backlink, jumlah pengunjung, dan lain sebagainya. Sebagai newbie aku memang belum begitu paham soal SEO, jauh dari kata tahu. m
Masih perlu banyak belajar SEO pemula lagi.

Ngomong-ngomong soal ejakulasi dini blog aku tadi, penyebab lainnya mungkin adalah aku menyematkan beberapa keyword nude dalam artikel. Contohnya artis Indonesia bugil, download film porno. Knnon katanya pihak google tidak menyukai konten yang begituan, tapi emang mayoritas pengunjung blog aku berasal dari keyword tersebut. Wah kesasar nih yeeeee.....ha..ha...ha..!!

Coba nembak keyword lagi ah. Free Download 3gp sex. Apakah itu yang anda cari, maaf di sini tidak menyediakan.

Wednesday, 9 September 2009

Limbad Vs Hipotensi Ortostatic

Masih ingat aksi Limbad yang melakukan aksi nekad dengan berdiri di tower setinggi 20 meter selama 20 jam? Aksi gila-gilaan yang sangat beresiko, salah satunya adalah Hipostatik. Pingin tahu selengkapnya? yuk lanjuuuuut.....

Hipotensi Ortostatik (Orthostatic Hypotension) adalah penurunan tekanan darah yang berlebihan ketika seseorang sedang berdiri, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak dan pingsan.

Hipotensi ortostatik memiliki banyak penyebab:
1. Pengaruh gaya gravitasi bumi
Jika seseorang berdiri secara tiba-tiba, gaya gravitasi menyebabkan sejumlah darah terkumpul di dalam pembuluh vena di tungkai dan tubuh bagian bawah. Pengumpulan darah ini mengakibatkan berkurangnya sejumlah darah yang akan kembali ke jantung dan sejumlah darah yang akan dipompa oleh jantung. Sebagai akibatnya tekanan darah menurun.
Tubuh akan segera memberikan respon, dimana denyut jantung bertambah cepat dan kontraksinya menjadi lebih kuat. Pembuluh darah mengkerut sehingga kapasitasnya lebih kecil.
Jika respon kompensasi tersebut gagal atau tidak lancar, akan terjadi hipotensi ortostatik.
2. Pengaruh obat-obatan
Sebagian besar episode hipotensi ortostatik merupakan akibat dari efek samping obat, terutama obat tertentu yang diberikan untuk mengatasi kelainan kardiovaskuler dan terutama pada orang tua.
Sebagai contoh, diuretika (terutama diuretika yang kuat dan dalam dosis tinggi), bisa menyebabkan berkurangnya volume darah dengan mengeluarkan cairan dari tubuh sehingga tekanan darah menurun.
Obat-obat yang melebarkan pembuluh darah (misalnya nitrat, penghalang kalsium dan penghambat ACE), akan meningkatkan kapasitas pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah.
3. Perdarahan atau kehilangan cairan yang berlebihan
Perdarahan atau kehilangan cairan berlebihan (karena muntah, diare, keringat berlebihan, diabetes yang tidak diobati atau penyakit Addison), bisa menurunkan volume darah.
4. Gangguan pada sistem sensor
Sistem sensor di dalam arteri yang memicu terjadinya respon kompensasi, bisa mengalami gangguan karena obat tertentu, yaitu barbiturat, alkohol dan obat-obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan depresi.
5. Pengaruh penyakit tertentu
Penyakit yang merusak saraf yang mengatur diameter pembuluh darah, juga bisa menyebabkan hipotensi ortostatik. Hal ini sering merupakan komplikasi dari diabetes, amiloidosis dan cedera tulang belakang.

GEJALA

Sebagian besar penderita mengalami:
- pingsan
- kepala terasa melayang/berputar
- pusing
- bingung/linglung
- penglihatan kabur (pada saat bangkit dari tempat tidur secara tiba-tiba atau ketika berdiri setelah duduk dalam waktu yang lama).

Kelelahan, latihan, alkohol atau makanan berat bisa memperburuk gejala.
Penurunan aliran darah ke otak juga dapat menyebabkan penderita jatuh pingsan dan bahkan kejang.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Diagnosis akan semakin kuat jika tekanan darah menurun secara berarti pada saat penderita berdiri dan kembali normal jika penderita berbaring.

PENGOBATAN

Jika penyebab hipotensi ortostatik tidak dapat diobati, maka yang dapat dilakukan adalah mengurangi atau menghilangkan gejalanya.
Orang yang rentan sebaiknya tidak duduk atau berdiri secara tiba-tiba, atau tidak berdiri terlalu lama.

Jika tekanan darah rendah disebabkan oleh pengumpulan darah di tungkai, bisa digunakan stoking elastik.
Jika penyebabnya adalah tirah baring yang lama, penderita bisa mengatasi keadaan ini dengan duduk tegak untuk waktu yang lebih lama setiap harinya.

Efedrin atau fenilefrin bisa membantu mempertahankan tekanan darah.
Volume darah juga dapat ditambah dengan meningkatkan asupan garam dan jika perlu bisa diberikan hormon yang menyebabkan tertahannya garam (misalnya fludrocortisone).
Penderita yang tidak memiliki kegagalan jantung atau tekanan darah tinggi sering dianjurkan untuk menambahkan garam pada makanan mereka secara bebas atau dianjurkan untuk memakan tablet garam.

Orang tua dengan hipotensi ortostatik sebaiknya banyak minum air dan sedikit atau jangan minum alkohol.

Jika pengobatan diatas gagal, bisa diberikan obat lainnya (propanolol, dihydroergotamine, indometasin dan metoclopramide).\


PROGNOSIS


Penderita diabetes dengan tekanan darah tinggi yang juga mengalami hipotensi ortostatik, memiliki prognosis yang buruk.

Jika penyebabnya adalah volume darah yang rendah atau obat tertentu, keadaan ini bisa diatasi dengan segera.

Mampukah Limbad mengalahkan Hipotensi Ortostatic? Eh, ternyata mampu dia...

Friday, 4 September 2009

Info CPNS Departemen Perdagangan RI 2009

PANITIA REKRUTMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN PERDAGANGAN
TAHUN 2009

P E N G U M U M A N
Nomor : 967/SJ-DAG.2/9/2009

Dalam rangka mengisi lowongan formasi Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan
surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 529.F/M.PAN/7/2009 tentang
Persetujuan Prinsip Tambahan Formasi CPNS Pusat Tahun 2009, Departemen
Perdagangan membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia yang berminat menjadi
Calon Pegawai Negeri Sipil dengan memenuhi ketentuan-ketentuan berikut dan mengikuti
seluruh proses seleksi.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan download info lengkap di link berikut: http://www.depdag.go.id/index.php?option=link_khusus&task=detil&id=61