Pages

Saturday, 13 June 2009

16 Bintang Film Porno Terinfeksi HIV

Jawa Pos. Pusat industri film porno Amerika Serikat di Valley, LA, kembali heboh. Badan Kesehatan Los Angeles (13/6) mengumumkan ada 16 aktor dan aktris film porno terbukti positif HIV. Berarti total ada 22 bintang film porno selama lima tahun terakhir yang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Di Valley terdapat 200 perusahaan yang bergerak di industri film porno dan mempekerjakan 1.200 sebagai pemain film dan 5.000 lainnya sebagai kru terkait. Dengan teori penularan berantai, bisa dibayangkan berapa kemungkinan penyebaran virus HIV di kalangan insan industri pornografi.


Hasil tes tersebut diperoleh dari klinik kesehatan di Valley, San Fernando. Klinik itu memprioritaskan pasien yang bekerja sebagai pemain film porno. Pengumuman kemarin adalah yang pertama dilakukan secara terbuka sejak 2004. Setelah diumumkan, industri pornografi langsung berhenti berproduksi sebulan penuh. Padahal, industri film porno itu tercatat menghasilkan uang sebesar USD 12 miliar per tahun.

Identitas mereka yang terinfeksi masih dirahasiakan. Los Angles Times melansir, dari 22 bintang film porno yang terinfeksi, 16 diantaranya adalah laki-laki.

Friday, 12 June 2009

Apa yang Anda Tahu tentang Anak Autism

Anak autis bukanlah pembawa bencana, mereka sama seperti anak-anak lainnya. Mereka membutuhkan kasih sayang, bimbingan dan dukungan dari orang tua maupun lingkungan agar tumbuh dan berkembang sehingga dapat hidup mandiri.

World Health Organization (WHO) telah merumuskan kriteria diagnosis autis. Rumusan ini dipakai di seluruh dunia, yaitu ICD-10 (International Classification of Disease) 1993. Rumusan lain yang biasa dipakai sebagai panduan adalah DSM-IV (Diagnostic and Stastitical Manual) 1994, dibuat oleh grup psikiatri Amerika Serikit. Pada dasarnya isi kedua rumusan tersebut adalah sama.


Kriteria Autisme Masa Anak-anak

1. Harus ada minimum dua gejala dari (a), dan masing-masing satu gejala dari (b) dan (c) :
a. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik,
- Tidak mampu menjalin interaksi sosial yang memadai, seperti kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, dan gerak-geriknya kurang tertuju,
- Tidak dapat bermain dengan teman sebaya,
- Tidak dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,
- Kurangnya hubungan sosial dan emosional yang timbal balik.

b. Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi
- Bicara terlambat atau sama sekali tidak berkembang
- Jika mampu berbicara, bicaranya tidak dipakai untuk komunikasi
- Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang
- Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif, dan kurang bisa meniru

c. Suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat, dan kegiatan.
- Mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang khas dan berlebihan
- Terpaku pada satu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya
- Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang
- Seringkali sangat terpukau pada benda

2. Adanya keterlambatan atau gangguan dalam interaksi sosial, bicara dan berbahasa, dan cara bermain yang kurang variatif sebelum umur tiga tahun.

3. Tidak disebabkan oleh Sindroma Rett atau Gangguan Disintegratif Masa Kanak-kanak.

Istilah autisme pertama kali dicetuskan oleh Leo Kanner, pada tahun 1943. Diambil dari bahasa Yunani 'autos' yang berarti 'sendiri'. Anak autisme seakan-akan hidup di dunianya sendiri.

Untuk deteksi dini bagi orang tua, waspadalah apabila anak Anda ada gejala-gejala

berikut :
1. Anak usia 30 bulan belum bisa bicara untuk komunikasi
2. Cuek terhadap Anda ataupun orang lain
3. Tidak bisa bermain dengan teman sebaya
4. Ada perilaku aneh yang diulang-ulang

Segera konsultasikan ke dokter spesialis jiwa anak atau pihak lain yang kompeten, sehingga dapat diambil tindakan lebih lanjut.

Thursday, 11 June 2009

Award Simbol Persaudaraan

Hmmmmm...Lumayan dapet award lagi. Yang keberapa ya? lupa ik, kalau ngga salah ini yang ke 8 dan 9. Ini berarti eksistensi ku di dunia blog diakui oleh sobat blogger lain (cieee....).

Kali ini award ke 8 aku terima dari sobat GONDES. Berhubung tidak ada syarat apapun, ini berarti aku tinggal posting doang.

Sedangkan award ke 9, Si empunya yaitu sobat BLOGGOA menamai award ini 'blogwalking award'. Sesuai namanya tentu saja award ini di berikan untuk mereka-mereka yang sering blogwalking ke tempat beliau.

toejoeh124 Award


Terima kasih telah mempercayai aku untuk menerima award ini. Semoga dengan award ini, semakin mempererat persaudaraan kita dan tetap bersemangat. Amiiin...

Sunday, 7 June 2009

Prita Mulyasari + RS OMNI = ?

Seiring mencuatnya kasus Prita apakah berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pasien di RS OMNI? Kemungkinan berpengaruh tetap ada, entah itu bertambah sedikit atau justru bertambah banyak. Kalau menurutku malah bertambah banyak..bertambah banyak diliput media masa maksudnya. Soal pengaruh jumlah kunjungan pasien akibat kasus Prita dengan RS OMNI aku tidak tahu, belum melakukan survey soalnya.

Seandainya jumlah kunjungan pasien ikut menurun akibat kasus email Prita, alangkah kasihan rekan okupasi terapis yang bekerja di sana (kalau ada sih..ha..ha..). Tentu saja pendapatan di instalasi Okupasi Terapi otomatis akan menurun juga. Ikut prihtin ya....


Berawal dari email Prita ke rekan-rekannya berakhir di balik jeruji selama 3 minggu. Sebut saja Prita, Prita Mulyasari. Seorang ibu rumah tangga beranak dua, tiba-tiba menjadi sosok selebritis dadakan . Akibat perselisihan dengan Rumah Sakit OMNI, Prita di tuduh melakukan tindakan pencemaran nama baik dan di terkena dakwaan tindakan pidana maupun perdata. Hal ini dirasa kurang adil oleh banyak kalangan, merekapun berbondong-bondong secara iklas memberikan dukungan dengan harapan kasus Prita ini cepat selesai secara adil.

Lain Prita Mulyasari lain pula dengan Manohara Odilia Pinot. Kasus Manohara dengan Kerajan Kelantan kembali mencuatkan namanya setelah lama tenggelam. Manohara Pinot yang notabene adalah seorang model kini naik daun lagi, namanya santer diberitakan diberbagai media cetak maupun elektronik. Kasus Manohara lebih heboh karena secara tidak langsung melibatkan dua negara. Sehingga membuat hubungan kedua negara ini sedikit panas.

Di saat Indonesia menyikapinya dengan adem ayem, Malaysia justru menanggapinya dengan mengirim tentara perang memasuki wilayah teritorial Indonesia (ngajak gelut sajake...semprul tenan). Mayoritas masyarakat Indonesia pun akhirnya mengingatkan pemerintah soal Ambalat. Ambalat yang berada di Kalimantan masuk ke dalam wilayah kedaulatan Indonesia tetapi Malaysia punya Nadzar untuk mencaploknya.

Cukup sekian dulu tulisan tentang hiruk pikuk kasus Prita-RS OMNI, Manohara Pinot hingga berujung kekhawatiran soal Ambalat


Saturday, 6 June 2009

Narkoba Ancam Generasi Bangsa

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat pengguna narkoba di Indonesia sekitar 3,2 juta orang, atau sekitar 1,5 % dari jumlah penduduk dari Sabang sampai Merauke. Kurang lebih 8.000 orang menggunakan jarum suntik dan 60 % terjangkit HIV/ AIDS, 15.000 orang diantaranya meninggal setiap tahun.

Fungsi narkotika sebenarnya sebagai terapi nyeri dalam dunia kedokteran dan tidak menimbulkan masalah. Persoalan yang timbul diakibatkan oleh penyalahgunaannya. Dampak negatif yang ditimbulkan selain merusak kesehatan si pemakai, juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi, masalah sosial dan moral.

Pemakaian melalui hisapan dapat menyebabkan kerusakan paru karena iritasi saluran pernafasan. Paling fatal adalah pemakaian melalui jarum suntik. Overdosis bisa berakibat pada kematian.

Faktor yang melatarbelakangi penyalahgunaan narkotika umumnya merupakan interaksi beberapa faktor resiko yang mendukung, yaitu faktor individu dan lingkungan. Faktor individu dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya kurang percaya diri, kurang tekun, cepat merasa bosan atau jenuh, rasa ingin tahu dan penasaran ingin mencoba, depresi, cemas atau persepsi hidup yang tidak realistis. Kadang-kadang juga dipakai sebagai simbol keperkasaan atau kemodernan. Hal yang paling berpengaruh adalah penghayatan kehidupan beragama yang sangat kurang.

Pengaruh lingkungan yang dianggap paling berbahaya adalah mudahnya memperoleh narkotika, hubungan keluarga yang tidak efektif dan tidak harmonis serta berteman dengan pengguna narkotika.

Belakangan ini pengguna narkoba tidak lagi didominasi oleh orang kaya, tetapi sudah menyentuh ke berbagai lapisan masyarakat, kaya-miskin, muda-tua, bahkan telah berimbas pada anak-anak. Oleh karena itu setiap orang tua harus extra hati-hati terhadap semakin maraknya peredaran obat setan ini. Waspadai jika tiba-tiba anak berubah jadi 5 B.

Apa itu 5 B?

Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soeroyo Magelang (RSSM), dr. Djunaedi Tjakrawerdaja, Sp. KJ mengatakan, ' 5 B adalah ciri-ciri efek penyalahgunaan narkoba'. Lima ciri tersebut adalah:
- sering BOHONG
- jadi BEGO/ BOLOT
- suka BOBO'
- tukang BENGONG

Perubahan lain yang nyata terlihat adalah menurunnya prestasi belajar dan kurang responsif atau banyak pasif. Perlu dicurigai pula apabila benda berharga di rumah mulai sering hilang, padahal keadaan rumah jauh dari jangkauan orang luar atau pencuri.

Jika ciri-ciri tersebut benar dijumpai, maka orang tua harus waspada dan mulai membicarakan perubahan sikap anak dengan cara yang komunikatif. Bila orang tua merasa tidak mampu berkomunikasi dengan baik, ajaklah orang terdekat atau dipercaya oleh si anak, bisa paman, tante untuk membicarakan masalah tersebut.

Kurangnya perhatian di rumah juga dapat memicu anak untuk terjun ke dunia gelap tersebut. Berdasarkan survei, penderita narkoba banyak yang mengaku tidak mendapat perhatian di lingkungan keluarga. Banyak waktu luang terbuang percuma, tidak di isi dengan kegiatan positif. Anak akhirnya bergaul di lingkungan pecandu narkoba kemudian terpengaruh dan akhirnya terjerumus.

Sayangnya peran Okupasi Terapi di Indonesia dalam proses rehabilitasi pecandu narkoba belum terlihat. Padahal di negara barat terutama Amerika, dalam tim rehabilitasi pecandu narkoba hampir selalu melipatkan peran Okupasi Terapis. Mungkin karena saat ini yang sedang ngetrend memang baru penanganan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan rehabilitasi pasca stroke saja, jadi dalam penanganan terhadap pecandu narkoba masih tersisihkan.